Desain Garasi Rumah Type 36 yang Hemat Lahan tapi Tetap Fungsional

Posted on

Rumah type 36 menjadi pilihan favorit banyak keluarga muda di Indonesia. Luas bangunan sekitar 36 meter persegi ini memang terbatas, tapi bukan berarti tidak bisa punya garasi mobil yang bagus. Desain garasi rumah type 36 yang tepat justru bisa membuat hunian terlihat lebih rapi dan nyaman.

Baca Juga: Menyatukan Desain Garasi dan Taman agar Rumah Terlihat Lebih Luas

desain garasi rumah type 36
Temukan desain garasi rumah type 36 yang hemat lahan tapi tetap fungsional. Foto: Istimewa

Rekomendasi Desain Garasi Rumah Type 36

Banyak orang mengira rumah kecil tidak butuh garasi khusus. Padahal, memiliki area parkir yang terencana sangat penting untuk melindungi kendaraan. Mobil atau motor yang terpapar hujan dan sinar matahari setiap hari bisa cepat rusak. Cat bisa pudar, karet aus, dan komponen elektronik bermasalah.

Ukuran Ideal Garasi untuk Rumah Type 36

Menentukan ukuran garasi harus disesuaikan dengan jenis kendaraan yang dimiliki. Untuk mobil kecil seperti city car atau LCGC, carport berukuran 2,5 meter x 5 meter sudah cukup nyaman. Sementara mobil berukuran sedang seperti MPV membutuhkan ruang sekitar 3 meter x 5 meter agar mudah bermanuver.

Jika ingin menampung satu mobil plus dua motor sekaligus, ukuran carport 4 meter x 3 meter atau 12 meter persegi sudah ideal. Area ini masih memberikan ruang untuk membuka pintu mobil dengan leluasa. 

Pilihan Desain Garasi untuk Lahan Terbatas

Berdasarkan review @desainrumah3673 yang dibagikan di YouTube channelnya, garasi rumah type 36 harus mampu memaksimalkan lahan yang terbatas. Dengan ukuran tanah 6 x 12 meter, area carport dirancang tetap fungsional dan estetik. Garasi dibuat menyatu bagian depan rumah dan berpadu dengan taman kecil, sehingga terasa lebih hidup dan tidak sempit. Akses keluar masuk kendaraan juga nyaman karena penambahan sliding gate. Menariknya, meskipun ruang depan dimanfaatkan sebagai teras yang difungsikan menjadi ruang tamu, area garasi tetap terasa rapi dan tidak mengganggu tampilan keseluruhan rumah.

Carport Terbuka vs Garasi Tertutup

Carport lebih ekonomis karena tidak memerlukan dinding dan pintu. Biaya konstruksinya lebih rendah dan waktu pengerjaan lebih cepat. Area terasa lebih luas karena tidak ada pembatas, cocok untuk rumah type 36 yang ingin terlihat lega. 

Namun, carport memberikan perlindungan terbatas. Masih ada risiko kendaraan dicuri karena lebih terbuka. Debu dan daun juga masih bisa masuk meski terlindung hujan. Solusinya adalah menambahkan pagar besi atau rolling door di bagian depan. 

Sedangkan, garasi tertutup memberikan perlindungan maksimal terhadap cuaca dan keamanan. Kendaraan aman dari hujan, panas, dan curanmor. Ruangan juga bisa difungsikan ganda sebagai gudang penyimpanan barang.

Kekurangannya adalah biaya yang lebih mahal dan membutuhkan ruang lebih besar. Ventilasi harus diperhatikan agar udara tidak pengap. Penerangan buatan juga diperlukan karena cahaya alami terbatas.

Baca Juga: Rekomendasi Model Rumah Toko dan Garasi untuk Usaha Sekaligus Hunian

Desain garasi rumah type 36 yang hemat lahan memang membutuhkan perencanaan matang. Pilihan carport terbuka cocok untuk anggaran terbatas dan ingin kesan luas. Sementara garasi tertutup lebih baik untuk keamanan dan perlindungan maksimal.